Rumus Serta Soal dan Pembahasan SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Assalamualaikum w.r.b. teman-teman 😉

Slamat datang dibisakimia.com insyaallah pasti bisa     🙂

Berikut ialah Rumus Serta Soal dan Pembahasan SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

Jadi ini adalah bab I mapel kimia dikelas XII . Sebelum belajar rumus rumus perhitungan , ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apasih yang dimaksud dengan sifat koligatif larutan ? Supaya kita mengerti apa yang sebenarnya ingin kita cari tahu dari semua perhitungan ini ? Oh iya sedikit tips dari saya, saat belajar mengerjakan latihan soal nanti tolong jangan hanya menyalinnya yah . Berusahalah mengerjakannya sendiri dulu setelah itu baru bisa cek jawaban yg benarnya seperti apa . Oke kalau gitu selamat belajar gengs 😄

●Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang dipengaruhi oleh jumlah partikel zat terlarut dan tidak tergantung dari sifat zat terlarut.

●Satuan konsentrasi yang terkait dengan sifat koligatif larutan, yaitu Molaritas(M), molalitas(m), dan fraksi mol(X) .

1.MOLARITAS (M)

=>Menyatakan banyaknya1 mol zat terlarut dalam 1000 ml larutan.

Rumus umum:

■ M = gr/Mr×1000/P(ml) atau

■ M = n/v dan

■ M= %×p×10/Mr

ket:

M = molaritas (mol/ liter)

gr = massa zat TERLARUT (gram)

Mr = massa molekul relatif

P = Pelarut (ml)

% = presentase LARUTAN

p = massa jenis larutan n = mol v= volume larutan (liter)

contoh soal :

1). 6 gr senyawa urea (mr=60) dilarutkan dalam 1 liter air . Tentukan molaritas larutan diatas?
Diketahui : gr= 6 gram ,Mr=60 , v= 1 liter
Ditanya : M?
Jawab :
M = gr/Mr/ v
= 6/60/1
= 0,1 M 😊 <br> 2). Massa jenis larutan C6H12O6 8,9% ad alah 1,01 gr/ml. Tentukan molaritas larutan fruktosa tersebut!
Diket : % = 8,9 % , p = 1,01 gr/ml<br> Ditanya : M ?
Jawab :
M = %×p×10/ Mr
= 8,9×1,01×10/100/180
= 0,0049 mol/liter

2. MOLALITAS (m)

=> Menyatakan banyaknya 1 mol zat terlarut dalam 1000 gr larutan .

Rumus umum :

■ m = gr/Mr×1000/P (gr)<br> ket: m = molaritas (mol/ liter)
gr = massa zat TERLARUT (gram)
Mr = massa molekul relatif
P = Pelarut (gr)

contoh soal :

1)40 gram senyawa NaOH(Mr=40) dilarutkan dalam 1 liter air (P air = 1 gr/ ml) . Tentukan molalitas larutan diatas!
Diketahui :
gr NaOH =1 gr
P air = 1 gr/ml
Ditanya : m?
Jawab:
P air : 1 gr/ml=1000 gr/liter
m:40 gr/40*1000 gr/1000ml = 1 molal

2). Tentukan kemolalan 20% suatu larutan etanol(Mr=46)
Diketahui :
gr=20% dari massa larutan
Mr= 46
massa larutan = Dimisalkan sebanyak 100gr
jawab :
massa zat terlarut etanol = 20/100100 gr=20 gr
massa zat pelarut air = massa larutan-massa etanol=100 gr-20gr=80 gr
m : 20 gr/46
1000/80= 5,43 mol

3,FRAKSI MOL (X)

=> Menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut terhadap jumlah mol total larutan .

  • fraksi mol zat terlarut (Xt)
    rumus umum

a.untuk larutan non elektrolit ( ingat larutan non  elektrolit itu larutan yang tidak bisa menghantarkan listrik )

Xt = nt/nt+np

b.untuk larutan elektrolit ( larutan  elektrolit itu larutan yang  bisa  menghantarkan arus listrik)

Xt = nt*i/nt+np

  • fraksi mol zat pelarut (Xt)
    Rumus umum

a.untuk larutan non elektrolit

Xp = np/np+nt

b.untuk larutan elektrolit

Xp = np*i/np+nt

  • jumlah fraksi mol total

Xt + Xp = 1

keterangan  :
Xt : fraksi mol terlarut
Xp : fraksi mol pelarut
nt: mol zat terlarut
np : mol zat pelarut
i : faktor van’t hoff (i=1 +(n-1)*a)
dimana  : a = derajat ionisasi dan n= jumlah ion

contoh soal :
1) . tentukan fraksi mol larutan 36 gram glukosa (C6H12O6) dalam 90 gram H2O , jika Ar  C  = 12, Ar H =,  1 , dan  Ar O = 16 !
diketahui :
massa molar C6H12O6 : 180 gr/ mol
massa  C6H12O6 : 36 gr<br> massa molar  H2O : 18 gr/mol
massa H2O : 90 gr
ditanya :
Xt?
jawab :
karna dari soal tidak diketahui Mr dari C6H12O6 maupun H2O , maka kali ini saya tuliskan bagaimana cara  mencari Mr ( barang kali teman-teman  ada yang lupa ) .

C6H12O6

C=6Ar C=612=72

H= 12*Ar H = 12 * 1 = 12

O = 6 * Ar O = 6 * 16 = 96

_________________________________+

Mr C6H12O6 = 180

begitupun dengan H2O , Mr H2O = 18

nt = gr C6H12O6 /Mr C6H12O6 <br> =36 gram / 180 gram / mol <br> = 0,2 mol <br> np  np = gr H2O / Mr H2O br = 90 gram / 18 gram / mol
= 5 mol
maka Xt = nt/nt+np
= 0,2 mol / 0,2 m0l + 5 mol
= 0,2 mol / 5,2 m0l
= 0,038

2). sebanyak 46 gram gliserol (mr =92 )  dicampur dengan 27 gram air . tentukanlah :
a. fraksi mol terlarut
b. fraksi mol zat pelarut
diketahui :  gr C3H8O3( gliserol) = 46
Mr = 92
gr air = 27 gram
Mr = 18
ditanya : Xt dan Xp ?
jawaban :
nt = gr gliserol /Mr gliserol
=46 gram / 92 gram / mol
= 0,5 mol
np = gr H2O / Mr H2O
= 27 gram / 18 gram / mol
= 1,5 mol
maka Xt = nt/nt+np
= 0,5 mol / 0,5 m0l + 1,5 mol
= 0,5 mol / 2 mol
= 0,25
dan Xp =np/np+nt <br> = 1,5 mol / 1,5 m0l + 0,5 mol
= 1,5 mol / 2 mol
= 0,75 mol .
nah teman – teman , kita bisa cek dan ricek  apakah hasil perhitungan Xt dan Xp kita telah betu atau tidak melalui Xtotal = Xt + Xp = 1

0,25 + 0,75 = 1,00

jadi dari sini sudah terbukti bahwa jawaban kita telah benar 

 nah selanjutnya, sifat koligatif larutan juga dikelompokan menjadi 4 , yaitu : 

1. penurunan tekanan uap jenuh (Δ Tp )

2. kenaikan titik didih (ΔTb)

3. penurunan titik beku  (Δ Tf )

4. tekanan osmotik (π )


  1. penurunan tekanan uap jenuh (Δ Tp )

=> adalah selisih tekanan uap pelarut murni dan tekanan uap larutan . 

tabel penurunan tekanan uap jenuh larutan  non elektrolit dan elektrolit ↓

uraian Larutah non elektrolit  Larutan elektrolit
Rumus umum Δ p = Pº – P Δ p = Pº – P
Δ p = Xt ×  Pº Δ p = Xt ×  Pº
P =  Xp ×  Pº P =  Xp ×  Pº
keterangan Δ p = penurunan tekanan uap (mmHg)
Pº = tekanan uap pelarut murni
P = tekanan uap pelarut
Xp = fraksi mol pelarut
Xt = fraksi mol terlarut

contoh soal :

tekanan uap air pada 100ºC adalah 760 mmHg. nerapakah tekanan uap larutan glukosa 180 % pada 100ºC(Ar H =1 , Ar C = 12 , Ar O = 16 ) ?

jawaban :

misalkan jumlah larutan 100 gr .

massa glukosa = 180/100 ×100 gr = 18 gr

massa air = 100 gr – 18 gr = 82 gr 

nt = massa glukosa / Mr glukosa =18 gr/ 180 gr/mol = 0,1 mol

np = massa air / Mr air = 82 gr/18 gr/mol =4,6 mol 

Xp = 4,6/0,1+4,6 =4,6/4,7 = 0,98

jad, tekanan uap larutan glukosa adalah

P =  Xp ×  Pº =  0,98× 760 mmHg = 744, 8 mmHg.

 

2. kenaikan titik didih (ΔTb)

=> adalah kenaikan titik didih larutan dari titik didih pelarutnya

tabel. kenaikan titik didih larutan   non elektrolit dan elektrolit ↓

 

uraian Larutah non elektrolit  Larutan elektrolit
Rumus umum ΔTb = Tbl – Tbp ΔTb = Tbl – Tbp
ΔTb = m × kb ΔTb = m × kb × i
ΔTb = gr/ mr ×1000/P × kb ΔTb = gr/ mr ×1000/P × kb×i
keterangan ΔTb =  kenaikan titik didih ( ºC )
Tbl = titik didih larutan
Tbp = titik didih pelarut
m     = molalitas
kb    = konstanta titik didih dan i = faktor vant hoff

contoh soal :

1).larutan glukosa mendidih pada suhu 100,26 ºC . jika kb = 0,52 . tentukan  kenaikan titik didih  larutan tsb !

diketahui = Tbl= 100,26º C dan Tbp = 100º C

ditanya = ΔTb?

jawaban :

ΔTb = Tbl – Tbp= 100,26ºC -100 ºC= 0,26 ºC

ingat ya gengs memang disoal tidak tertulis Tbp nya tpi kita harus slalu ingat sendiri  bahwa Tbp= air= 100ºC

 

3. penurunan titik beku  (Δ Tf )

=> adalah penurunan titik beku  larutan dari titik beku pelarutnya.

tabel. titik beku  larutan non elektrolit  dan non elektrolit

uraian Larutah non elektrolit  Larutan elektrolit
Rumus umum Δ Tf = Tfp – Tfl Δ Tf = Tfp – Tfl
Δ Tf = m × kf ΔTb = m × kf × i
Δ Tf = gr/ mr ×1000/P × kb ΔTb = gr/ mr ×1000/P × kb×i
keterangan Δ Tf =penurunan titik beku
Tfl = titik beku larutan
Tbp = titik beku pelarut
m     = molalitas
kf    = konstanta titik beku dan  i = faktor vant hoff

contoh soal : 

1).larutan glukosa dalam air membeku pada suhu – 0,26 ºC . jika kbf= 1,86. tentukan penurunan titik beku  larutan  tsb !

diketahui = Tfl=  – 0,26ºC dan kf = 1,86

ditanya = ΔTf?

jawaban ;

ΔTf = Tfp – Tfl= 0ºC – (-0,26ºC) = 0,26 ºC

ingat ya gengs memang disoal tidak tertulis Tfp nya tpi kita harus slalu ingat sendiri  bahwa Tfp= air= 0ºC

4. tekanan osmotik (π )

=>adalah tekanan pada larutan karena adanya proses osmosis

uraian Larutah non elektrolit  Larutan elektrolit
Rumus umum π =  M  . R  . T π =  M  . R  . T . i
π =  gr/ mr ×1000/P . R  . T π =  gr/ mr ×1000/P . R  . T . i
keterangan π = tekanan osmotik  (atm )
T = suhu (K) {K= 273 + ºC }
R = tekanan gas ideal
M = molaritas  dan  i = faktor vant hoff

contoh soal

1). 18 gram molekul C6H12O6  dilarutkan dalam 200 gr air pada suhu 27 ºC  . tekanan osmotik larutan glukosa tsb adalah ?  (R = 0,082 L atm / mol K )

dketahui :  Mr C6H12O6   = 180

R = 0,082 L atm / mol K

K = 227 ºC + 27 ºC = 300º K

gr C6H12O6   = 18 gr <gr air = 200 gr

ditanya = π  ?

jawaban :  π  = gr/ mr × 1000/P . R  . T = 18/180 × 1000 . 0,082 × 300º K = 300 ×  0,082/2 = 12,3 atm

 

DIAGRAM FASA (bentuk zat )

=> dagram yang menggambarkan perubahan bentuk suatu zat pada berbagai keadaan tekanan dan suhu  atau singkatnya diagram yang membandingkan  antara tekanan dengan  suhu  .

=> semakin besar  tekanan yang diberikan semakin besar pula titik didihnya .

2 thoughts on “Rumus Serta Soal dan Pembahasan SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

  1. Apakah jawaban soal fraksi mol tidak salah? bukankah zat terlarut ialah zat yang jumlahnya lebih sedikit dalam suatu larutan? jadi air bertindak sebagai zat terlarut sementara gliserol sebagai pelarut? mohon dikoreksi jika saya salah

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.