Posted on 2 Comments

Tinjauan Siwak Dari Sisi Ilmiah

Tinjauan Siwak Dari Sisi Ilmiah

Sebagai muslim yang baik, tentunya kita pernah mendengar siwak. Karena bersiwak ialah salah satu hal yang Rasulullah sering lakukan setiap harinya. Namun jika belum pernah mendengarnya tak perlu risau karena lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali dan pastinya lebih baik lagi jika sudah tahu di usia dini. sebelum kita lakukan tinjauan siwak dari sisi ilmiah , akan kita ulas dulu anjuran bersiwak dari hadis hadisnya

Tinjauan Siwak Dari Sisi Ilmiah

Siwak atau pembersih gigi ialah sebuah batang dari pohon yang bernama arok, pohon yang banyak tumbuh di daerah timur tengah. Berikut ialah gambar dari batang siwak (seringkali disebut miswak)

Berikut 3 hadis yang kami lampirkan dari banyak hadis mengenai keutamaan bersiwak

Dan dari Zaid bin Khalid, ia berkata: Rasulullah SAW. bersabda: “Kalau seandainya aku tidak kuatir memberatkan kepada umatku, tentu aku mengakhirkan ‘isya’ sampai sepertiga malam (yang akhir) dan sungguh aku perintahkan mereka bersiwak pada tiap-tiap (hendak) sembahyang. ” (HR Ahmad dan Tirmidzi, dan Tirmidzimengesahkannya.)

“Siwak itu pembersih mulut dan diridhai Allah.” (HR. Ahmad)

“Keutamaan shalat dengan memakai siwak itu, sebanding dengan 70 kali shalat dengan tidak memakai siwak.” (HR. Ahmad)

Namun zaman sekarang ini sikat gigi dengan pasta gigi modern dianggap sudah menggantikan siwak bahkan ada yang menganggapnya lebih baik? Apakah betul demikian?

Ternyata Anggapan tersebut salah. Karena batang siwak tersebut memiliki banyak manfaat yang luar biasa jika di tinjau dari sisi ilmiahnya. Banyak penelitian yang telah dilakukan mengenai bersiwak dan berikut ialah beberapa hasilnya :

Penelitian terbaru terhadap kayu siwak menunjukkan bahwa siwak mengandung mineral-mineral alami yang dapat membunuh bakteri, menghilangkan plaque, mencegah gigi berlubang serta memelihara gusi.

Siwak memiliki kandungan kimiawi yang bermanfaat, seperti :
– Antibacterial acids, seperti astringents, abrasive dan detergents yang berfungsi untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi dan menghentikan pendarahan pada gusi. Pada penggunaan siwak pertama kali, mungkin terasa pedas dan sedikit membakar, karena terdapat kandungan serupa mustard di dalamnya yang merupakan substansi antibacterial acids tersebut.
– Kandungan kimia seperti Klorida, Pottasium, Sodium Bicarbonate, Fluoride, Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimethyl amine, Salvadorine, Tannins dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi. Bahan-bahan ini sering diekstrak sebagai bahan penyusun pasta gigi.
– Minyak aroma alami yang memiliki rasa dan bau yang segar, menjadikan mulut menjadi harum dan menghilangkan bau tak sedap.
– Enzim yang mencegah pembentukan plaque yang menyebabkan radang gusi. Plaque juga merupakan penyebab utama tanggalnya gigi secara premature.
– Anti decay agent (Zat anti pembusukan), yang menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah proses pembusukan. Selain itu siwak juga turut merangsang produksi saliva (air liur) lebih, dimana saliva merupakan organik mulut yang melindungi dan membersihkan mulut.

Sebuah penelitian terbaru tentang ‘Periodontal Treatment’ (Perawatan gigi secara periodik/berkala) dengan mengambil sample terhadap 480 orang dewasa berusia 35-65 tahun di kota Makkah dan Jeddah oleh para ilmuwan dari King Abdul Aziz University, Jeddah, menunjukkan bahwa Periodontal treatement untuk masyarakat Makkah dan Jeddah adalah lebih rendah daripada studi yang dilakukan terhadap negara-negara lain, hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan siwak berhubungan sangat erat terhadap rendahnya kebutuhan masyarakat Makkah dan Jeddah terhadap ‘Periodontal Treatment’.

Penelitian lain dengan menjadikan bubuk siwak sebagai bahan tambahan pada pasta gigi dibandingkan dengan penggunaan pasta gigi tanpa campuran bubuk siwak menunjukkan bahwa prosentase hasil terbaik bagi kebersihan gigi secara sempurna adalah pasta gigi dengan butiran-butiran bubuk siwak, karena butiran-butioran tersebut mampu menjangkau sela-sela gigi secara sempurna dan mengeluarkan sisa-sisa makanan yang masih bersarang pada sela-sela gigi. Sehingga banyak perusahaan – perusahaan di dunia menyertakan bubuk siwak ke dalam produk pasta gigi mereka. WHO pun turut menjadikan siwak termasuk komoditas kesehatan yang perlu dipelihara dan dibudidayakan.

Sudah ada penelitian tentang siwak pada gigi. Mineral yang terdapat di dalam siwak seperti Natrium Klorida, Kalium, Sodium Bikarbonat dan Kalsium Oksida juga berfungsi membersihkan gigi. Bau harum dan rasanya yang enak, timbul dari minyak alamiah berjumlah 1% dari seluruh komposisi. Selain itu di dalam siwak juga terdapat enzim yang mecegah penyakit gusi. Komposisi alamiah yang terdapat pada siwak, ditiru dengan menambahkan zat-zat seperti yang terdapat pada siwak, pada pasta gigi buatan. Penelitian lain menyebutkan bahwa siwak berasal dari pohon Salvadore Persica yang tumbuh di sekitar kota Mekah dan Timur Tengah, jarang mempunyai diameter lebih dari satu kaki. Siwak memiliki kandungan antara lain; trimetil amine, klorida, fluorida dan silika. Karena khasiatnya yang baik, bahan ini juga dibuat dalam bentuk serbuk dan digunakan dengan sikat gigi biasa

Sebuah majalah Jerman memuat tulisan ilmuwan yang bernama Rudat, direktur Institut Perkumanan Universitas Rostock. Dalam tulisannya itu ia berkata, “Setelah saya membaca tentang siwak yang biasa digunakan Bangsa Arab sebagai sikat gigi, sejak saat itu pula saya mulai melakukan pengkajian. Penelitian ilmiah modern mengukuhkan, bahwa siwak mengandung zat yang melawan pembusukan, zat pembersih yang membantu membunuh kuman, memutihkan gigi, melindungi gigi dari kerapuhan, bekerja membantu merekatkan luka gusi dan pertumbuhannya secara sehat, dan melindungi mulut serta gigi dari berbagai penyakit. Sebagaimana telah terbukti bahwa siwak memiliki manfaat mencegah kanker.”

 

Referensi

http://jamaahmasjid.blogspot.com

http://paramujahidislam.blogspot.com/2010/06/keutamaan-menggunakan-siwak-dibanding.html

Manfaat kayu siwak untuk kesehatan gigi

http://anfaku.biz/cara-menggunakan-siwak-miswak

1. Bab | Anjuran Bersiwak Dan Menyebutkan Waktu-Waktu Yang Diutamakan

2 thoughts on “Tinjauan Siwak Dari Sisi Ilmiah

  1. Ada Link Detail mengenai penelitian yang diatas?

    1. saya gak punya, tapi bias search langsung mengenai penelitian tentang siwak, coba saja search “miswak health journal” atau sejenisnya, berikut ialah salah satu yang saya temukan

      http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3545237/

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.