Teori VSEPR merupakan singkatan dari Valence Shell Electron Pair Repulsion yang dapat digunakan untuk menentukan struktur geometri suatu molekul berdasarkan tolakan pasangan elektron di sebuah atom terhadap atom lainnya. Teori VSEPR disebut juga teori Gillespie–Nyholm seperti nama orang yang mengembangkannya.

Gagasan tentang korelasi antara geometri molekul dan jumlah elektron valensi pertama kali disajikan dalam Kuliah Bakerian tahun 1940 oleh Nevil Sidgwick dan Powell Herbert di Universitas Oxford.Pada tahun 1957 Ronald Gillespie dan Ronald Sydney Nyholm di University College London menyempurnakan konsep ini untuk membangun sebuah teori yang lebih rinci mampu memilih antara berbagai alternatif geometri

Teori ini di dasarkan pada energi tolakan dari elektron yang terdapat pada atom dalam suatu molekul sehingga akan menyebabkan terbentuknya suatu geometri molekul tertentu. Dalam memakai teori VSEPR ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Yaitu menentukan Atom pusat dari molekul tersebut. Langkah langkahnya yaitu.

1. Atom pusat biasanya ditulis di awal rumus formulanya.

2. Atom pusat biasanya atom yang lebih elektropositif atau kurang elektronegatif.

3. Atom pusat biasanya atom yang memiliki ukuran lebih besar dari atom atau susbstituen-substituen yang ada. H ukuran paling kecil sehingga tidak pernah berlaku sebagaia atom pusat.

Misalnya pada senyawa H2O, OCl2 dan OF2 seperti gambar dibawah.

Jika melihat pada contoh maka kita akan melihat bahwa dalam menentukan atom pusat tak hanya seperti yang tertulis.

Untuk lebih memahaminya, Kita ambil contih dari gambar diatas. H2O. H-O-H. Atom pusatnya O. Jika atom pusat kita umpamakan dengan E, Lalu subtituennya kita anggap dengan X. Apakah berdasarkan tabel dibawah H2O ini cocok dengan nomor 2, 3 atau 4?

Sumber : http://www.Boundless.com

Tepat sekali jika anda milih nomor 4. Seperti nama dari teori ini. Valense Shell Electron Pair Repulsion. Kita harus mempertimbangkan Elektron Valensi dari Atom atom yang memiliki PEB dan PEI. Jadi sebelum menentukan geometrinya, tentukan dahulu elektron valensi dari atom pusatnya. Kembali menjawab pertanyaan sebelumnya, H2O termasuk dalam kelompok nomor 4. Atom O memiliki elektron 8.

O:1s2 2s2 2p4

Atom O memiliki 2 pasangan elektron bebas. Pasangan elektron tersebut merupakan sumber tolakan yang besar. Sehingga akan terbentuk sudut 104,5 pada molukul H2O dan membentu huruf V. Bandingkan dengan CO2 yang memiliki jumlah atom sama dengan H2O. Namun memiliki srtuktur yang berbeda. CO2 ini memiliki geometri molekul bentuk Linier Mengapa demikian? Jawabannya terlihat dari valensi atom C. C memiliki nomor atom 6.

C:1s2 2s2 2p2

Atom C tidak memiliki pasangan elektron bebas lagi karena telah habis dipakai berikatan rangkap engan oksigen. Karena itu CO2 akan memiliki akan menjadi linier O=C=O

Yang terpenting dalam teori ini ialah mengetahui jumlah pasangan elektron bebas pada atom pusat molekul lalu menghitungnya sebagai subtituen.

 

Sumber :

Jolly, W. L.,Modern Inorganic Chemistry, McGraw-Hill, 1984 ISBN 0-07-032760-2

http://rspa.royalsocietypublishing.org/content/176/965/153.abstract N.V.Sidgwick and H.M.Powell, Proc.Roy.Soc.A 176, 153–180 (1940) Bakerian Lecture. Stereochemical Types and Valency Groups
R.J.Gillespie and R.S.Nyholm, Quart.Rev. 11, 339 (1957)

R.J.Gillespie, J.Chem.Educ. 47, 18(1970)

http://wanibesak.wordpress.com/2011/06/18/teori-vsepr-dan-geometri-molekul/

About these ads

Tentang krisnadwi

Blogger, Wirausahawan, pedagang, Kimiawan. No business no money. Berjuang keras untuk hidup. Ingin mencoba berbagai hal untuk mengimprovisasi hidup. Buat hari ini lebih baik dari hari kemarin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s