Senyawa dibedakan menjadi dua berdasarkan kepolarannya, yaitu senyawa yang polar dan senyawa yang

Olive oil in water, demonstrating a two-phase ...

Olive oil in water, demonstrating a two-phase liquid-liquid system. (Photo credit: Wikipedia)

nonpolar. Senyawa yang polar atom-atom penyusunnya mempunyai perbedaan keelektronegatifan yang tinggi. Sebaliknya senyawa yang nonpolar, atom-atom penyusunnya mempunyai perbedaan keelektronegatifan yang rendah. Oleh karena itu senyawa polar akan mempunyai dua kutub yang berbeda sehingga sering disebut sebagai dipol, di mana kutub pertama akan bermuatan parsial positif dan kutub lain akan bermuatan parsial negatif. Senyawa nonpolar tidak memiliki dua kutub seperti senyawa polar, tetapi ada waktunya senyawa nonpolar tiba-tiba membentuk dua kutub namun sangat tidak stabil yang kemudian disebut sebagai dipol sesaat. Muatan pada senyawa polar merupakan muatan parsial karena mereka tidak benar-benar bermuatan positif dan negatif. Hal ini berbeda dengan senyawa ionik yang benar-benar bermuatan positif dan negatif atom-atom penyusunnya.

Pengetahuan akan hal ini penting untuk memprediksi kelarutan dari suatu senyawa. Teori dasar kelarutan adalah teori like dissolve like, yang berbunyi senyawa polar hanya akan larut dalam senyawa polar. Senyawa nonpolar akan larut dalam senyawa nonpolar. Sedangkan senyawa polar tidak akan larut dalam senyawa nonpolar.

Air merupakan senyawa polar karena mempunyai H dan O yang perbedaan keelektronegatifan besar. Di mana H bermuatan parsial positif dan O bermuatan parsial negatif. Larutan garam (NaCl) merupakan senyawa ionik di mana Na akan bermuatan positif dan Cl akan bermuatan negatif. Pada saat ini maka kedua senyawa tersebut dapat saling larut sesuai dengan prinsip like dissolve like. Muatan parsial positif pada air akan berinteraksi dengan muatan negatif dari NaCl, muatan parsial negatif dari air akan berinteraksi dengan muatan positif dari NaCl. Lalu kedua nya akan dilingkupi oleh air dan terjadi proses pelarutan.

Bagaimana dengan minyak dan heksana? Minyak merupakan senyawa nonpolar, karena tersusun atas rantai hidrokarbon panjang. Demikian pula heksana yang merupakan senyawa nonpolar. Sesuai prinsip like dissolve like, kedua senyawa ini pada saat-saat tertentu dapat membentuk dipol sesaat sehingga akan terjadi interaksi dipol sesaat-dipol terimbas yang membuat kedua senyawa dapat larut.

Lain lagi dengan air dan minyak. Air merupakan senyawa polar tidak akan pernah larut dengan minyak yang merupakan senyawa nonpolar. Hal ini dikarenakan minyak hanya dapat membentuk dipol sesaat. Misalkan saja suatu saat ujung pertama minyak bermuatan positif dan ujung keduanya bermuatan negatif. Maka ujung pertama yang positif akan berinteraksi dengan O dari air yang parsial negatif. Demikian sebaliknya. Namun jika tiba-tiba, muatan minyak berganti, ujung pertama menjadi negatif dan ujung kedua menjadi positif, maka interaksi akan hancur dan rusak. Oleh karena itu antara minyak dan air tidak akan larut.

Sumber:

Purba, Michael. 2007. Kimia X SMA. Jakarta: Erlangga

House, J. E. (2008). Inorganic Chemistry. USA: Academic Press.

J.Gillespie, R dan Paul L.A.Popelier. (2001). Chemical Bonding and Molecular Geometry. New York: Oxford University Press.

Tentang iklan-iklan ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s