Koloid merupakan salah satu bentuk campuran dalam berbagai bentuk fasa. dalam kali ini akan dibahas mengenai koloid dengan fasa pendispersi cairan. Koloid sendiri secara umum artinya suatu campuran yang terdiri dari fasa terdispersi dan pendispersi. partikel koloid ini diameternya 5 hingga 1000nm. Larutan memiliki  partikel yang lebih kecil, sedangkan suspensi memiliki partikel yang lebih besar. Partikel koloid bisa terdiri dari banyak atom, ion, atau molekul, bahkan bisa saja satu molekul raksasa. Contohnya ialah molekul hemoglobin

Efek tyndall

Jika kita membicarakan koloid maka efek tyndall juga harus di ikut sertakan. Partikel koloid memang sangat kecil,efek tyndall tetapi partikelnya masih bisa memencarkan cahaya oleh karena itulah kebanyakan koloid terlihat buram dan keruh. efek pemencaran cahaya akibat partikel koloid inilah yang disebut dengan efek tyndall. karena itulah kita dapat dengan jelas melihat cahaya mobil dimalam hari dimana debu debu terlihat beterbangan.

Koloid Hidrofilik dan Hidrofobik

Koloid memiliki dua sifat yang berlawanan, yaitu hidrofilik dan hidrofobik. Tentu saja satu koloid tak memiliki AAAVTAX0sifat tersebut bersamaan. tetapi ada yang bersifat koloid hidrofilik dan koloid hidrofobik. Koloid hidrofobik ialah koloid yang tak menyukai air, sedangkan koloid hidrofilik ialah koloid yang menyukai air. Sifat hidrofilik dan hidrofobik ini biasanya didasari oleh kepolaran. Senyawa yang polar akan menyukai air sedangkan senyawa yang non polar tidak menyukai air, kerjasama antara koloid hidrofobik dan hidrofilik terjadi didalam tubuh. misalnya pada koloid hidrofobik yang menyimpan substrat penting seperti enzim dan antibodi, dibiarkan tetap tersuspensi dengan air. koloid hidrofilik akan mengelilingi koloid hidrofobik di permukaan dan berinteraksi dengan air

Koloid hidrofobik dapat berada dalam air hanya jika mereka distabil dengan beberapa cara. Jika tidak,

Kestabilan koloid

Kestabilan koloid

kurangnya mereka afinitas terhadap air menyebabkannya terpisah dari air. Koloid hidrofobik dapat distabilkan dengan adsorpsi ion pada permukaannya, seperti yang ditunjukkan pada Gambar .  Ion-ion teradsorpsi dapat berinteraksi dengan air, sehingga menstabilkan koloid. Pada saat yang sama, Tolakan antara partikel koloid dengan ion teradsorpsi dari muatan yang sama Mencegah  partikel  bertabrakan untuk menjadi  lebih besar.

Penghilangan Partikel koloid

Partikel koloid seringkali harus dihilangkan keberadaannya dari media pendispersi, seperti dalam penghilangan asap dari cerobong atau mentega dari susu. Karena partikel koloid sangat kecil, maka tidak dapat dipisahkan dengan penyaringan sederhana. Partikel-partikel koloid harus diperbesar, proses ini disebut koagulasi. Partikel-partikel yang lebih besar yang dihasilkan kemudian dapat dipisahkan dengan penyaringan atau hanya dengan membiarkan mereka untuk keluar dengan sendirinya dari  media pendispersi.

Pemanasan atau menambahkan elektrolit untuk campuran dapat menyebabkan koagulasi. Memanaskan dispersi koloid meningkatkan gerakan partikel sehingga jumlah tabrakan meningkat. Partikel-partikel bertambah besar karena mereka tetap bersama-sama setelah bertabrakan. Penambahan elektrolit menyebabkan netralisasi muatan permukaan partikel, sehingga menghilangkan tolakan elektrostatik yang menghambat keberadaan mereka bersama-sama. Efek elektrolit terlihat dalam pengendapat tanah liat dari sungai karena bercampur dengan air garam. Hasilnya ialah pembentukan delta sungai, untuk  sungai yang bermuara di lautan atau asin air lainnya.

Membran semipermeabel juga dapat digunakan untuk memisahkan ion dari partikel koloid, karena ion dapat melewati membran tetapi partikel koloid tidak bisa. Jenis pemisahan dikenal sebagai dialisis. Proses ini digunakan dalam pemurnian darah di mesin ginjal buatan. Ginjal kita bertanggung jawab untuk menghilangkan produk limbah metabolisme dari darah. Dalam mesin ginjal, darah disirkulasikan melalui tabung dialisis dan direndam dalam larutan cuci. Larutan yang isotonik dalam ion yang harus dipertahankan oleh darah tapi Produk buangan telah hilang.  Oleh karena itu produk buangan keluar dari darah, tetapi ion tidak.

Sumber

Brown, T.L., H.E. Lemay, B.E. Bursten andC.J. Murphy. 2009. Cemistry the Central of Science 11th ed. New Jersey: Pearson Uducation International

Tentang iklan-iklan ini

About krisnadwi

seseorang yang merangkap peran sebagai Blogger, Wirausahawan, pedagang, Kimiawan. hidup itu untuk mencari akhirat, tapi jangan sampai lupakan dunia.

3 responses »

  1. […] apa itu asap? asap ialah campuran antara padatan dengan udara. asap ini termasuk dalam golongan koloid dengan fasa terdispersi padat dalam fase pendispersi gas. dalam asap terdapat banyak sekali padatan […]

  2. […] yaitu : gas, padatan, dan cairan.[7] Sementara makanan dianggap sebagai sistem dispersi golongan koloid-satu fase (gas, minyak, tetesan air, atau partikel padat) yang terdispersi ke dalam fase kontinyu […]

  3. […] Editor’s Note : Artikel ini merupakan penjelasan mendetail dari artikel koloid sebelumnya yang bisa dilihat disini […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s