Bagaimana cara membuat alat Distilasi Sederhana?


Distilasi atau biasa disebut dengan distilasi merupakan suatu metode pemisahan bahan kimia yang didasari dengan perbedaan kecepatan dalam penguapan atau volatilitas bahan. Dengan kata lain, teknik tersebut juga memanfaatkan perbedaan dari titik didih dalam suatu larutan. Pada penyulingan, campuran zat didihkan sampai menguap, uap tersebut kemudian didimginkan sehingga kembali menjadi cairan kembali. Zat dengan titik didih lebih rendah akan menguap terlebih dahulu. Metode tersebut tergolong dalam unit operasi jenis perpindahan massa. Proses tersebut awalnya didasari oleh sebuah teori bahwa suatu larutan yang terdiri dari beberapa komponen akan menguap pada titik didihnya. Distilasi tersebut adalah model yang diciptakan pada hukum Dalton dan hukum Raoult.

Dulunya, distilasi sering digunakan untuk mendapatkan sari dari tumbuhan yang di perkirakan berguna untuk sumber kehidupan. Setelah itu, metode distilasi di kembangkan degnan adanya kondensor atau disebut juga pendingin sehingga sampai saat ini proses distilasi masih digunakan untuk penyulingan air bersih, proses pemisahan bio-etanol, minyak kayu putih serta lain sebagainya dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, dengan alat distilasi cukup mahal sehingga tidak semua orang dapat membelinya. Apalagi jika kita selalu berurusan dengan berbagai macam praktek-praktek kimia yang membutuhkan alat distilasi. Namun tidak perlu khawatir, karena ada cara untuk menciptakan alat distilasi sederhana, Anda bisa memperhatikan langkah-langkah berikut :

Alat yang di butuhkan ialah seperti bor kecil, pemanas, pompa akuarium, cutter, gergaji besi, serta lem besi. Sedangkan bahan yang di butuhkan ialah selang yang memiliki diameter 1,4 inchi, selang untuk akuarium, pipa bekas berdiameter 2,5 inchi, sandal jepit bekas pakai, ember, solasi, kaleng bekas sebanyak dua biji, dan tongkat bekas.

Cara Membuat

  1. Potong pipa yang memiliki berdiameter 2,5 inchi sepanjang 30 cm dengan gergaji
  2. Lubangi pipa dengan menggunakan bor kecil pada bagian kiri atas dan kanan bawah dengan ukuran sesuai pada selang akuarium
  3. Potong dua sandal bekas pakai tersebut membentuk lingkaran sebesar diameter pipa tersebut.
  4. Lubangi bagian tengah sandal yang telah dipotong tersebut dengan diameter 1,4 inchi sesuai dengan diameter dari selang tersebut.
  5. Tutup kedua sisi pipa dengan menggunakan kedua sandal berlubang yang telah dipotong tersebut.
  6. Potong tongkat bekas sepanjang 35cm
  7. Masukkan tongkat tersebut ke dalam pipa yang telah ditutupi oleh sandal jepit lewat lubang yang telah dibuat pada tengah sandal.
  8. Potong selang menjadi dua bagian dimana masing-masing panjangnya menjadi 20 cm
  9. Hubungkan kedua ujung selang dengan ujung tongkat, sementara itu ujung yang lain dimasukkan ke dalam dua tutup kaleng bekas yang sudah dilubangi. Rekatkan pula dengan lem besi agar lebih kuat.
  10. Hubungkan juga selang akuarium pada lubang yg sudah dibuat di pipa bekas sebelumnya. Hubungkan juga salah satu selang akuarium pada pompa akuarium serta masukkan selang yang lain ke dalam ember yang berisi air. Air tersebut bertujuan untuk proses pendinginan ketika proses distilasi berlangsung.

Namun karena ini sedrhana maka pasti ada kekurangannya, Kelemahan dari alat distilasi sederhana ini adalah akan ada kebocoran yang terjadi pada pipa dan air menjadi keluar lewat celah sandal jepit tersebut. Tetapi hal tersebut dapat diatasi dengan menambahkan lem yang lebih banyak untuk menutup celah pada sandal.

Sumber : prakkimiaorganik3.blogspot.com | chemistry35.blogspot.com

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s